Bisnis  

Dicecar DPR, Bahlil Akui Cabut 2.051 Izin Tambang

Dicecar DPR, Bahlil Akui Cabut 2.051 Izin Tambang

Pembaca – JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui sudah pernah mencabut 2.051 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari target 2.078 IUP ketika dicecar di dalam hadapan DPR. Bahlil mengungkapkan, pencabutan IUP ini menjadi wewenangnya selaku Ketua Satuan Tindakan (Satgas) Penataan Pemakaian Lahan serta Penyertaan Modal sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No 1 Tahun 2022 tentang Satgas Penataan Pemanfaatan Lahan dan juga Penataan Investasi.

“Dalam konteks itu saya belaka bahas tentang IUP. Jadi setelahnya diadakan verifikasi oleh kementerian teknis, ini dibawa ke satgas 2.078 IUP tersebut. Satgas ini satgas nomor 1 tahun 2022. Lalu kemudian kita cabut menghadapi rekomendasi kementerian teknis. Hal ini adalah mekanisme urutannnya,” terang Bahlil pada waktu Rapat Kerja (Raker) dengan dengan Komisi VI DPR RI pada Senayan, Hari Senin (1/4/2024).

Bahlil menjelaskan setelahnya mencabut IUP itu pihaknya masih memberikan ruang untuk teman-teman entrepreneur yang tersebut merasa keberatan. Sebab katanya, alasan pencabutan IUP ini sudah ada disampaikan berkali-kali serta telah dari jauh-jauh hari. “Pertama adalah izinnya telah ada, tidaklah diurus perkembangan izinnya. Kedua, izinnya ada digadaikan di tempat bank,” urainya.

Lalu, ada perusahaan tambang yang tersebut telah mempunyai IUP untuk keperluan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Utama Saham. Namun dana hasil IPO tak dipakai mengatur pembangunan ekonomi yang kemudian dinyatakan pailit. Alasan pencabutan selanjutnya yaitu, pelaku bisnis yang tersebut tiada mengurus Rencana Kerja kemudian Anggaran Biaya (RKAB) sesuai ketentuan.

Baca Juga: Heboh Soal Fee Izin Tambang Puluhan Juta, DPR Bakal Panggil Bahlil

“Kemudian RKAB 3 tahun tiada diurus. Hal ini syarat-syarat yang dimaksud dibuat. Terkecuali adalah RKAB tidaklah dibuat dikarenakan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan belum dikeluarkan,” katanya.