KPK Apresiasi Vonis 10 Tahun Penjara dan juga Denda Rp1 Miliar terhadap Andhi Pramono

KPK Apresiasi Vonis 10 Tahun Penjara serta juga Denda Rp1 Miliar terhadap Andhi Pramono

Pembaca – JAKARTA – Kabag Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Ali Fikri menyampaikan apresiasi berhadapan dengan putusan Majelis Hakim yang memutus perkara terdakwa eks Kepala Bea kemudian Cukai Makassar, Andhi Pramono dengan vonis 10 tahun penjara lalu denda Rp1 miliar. Hal itu menurutnya sesuai dengan seluruh alat bukti yang mana diajukan Tim Jaksa pada membuktikan dakwaannya.

“Kaitan besaran nilai gratifikasi juga mirip dengan isi surat tuntutan merupakan deskripsi bahwa Majelis Hakim juga miliki pemahaman dan juga pendapat yang mana sejenis terkait dengan diperlukannya aset recovery dari hasil tindakan pidana korupsi yang mana dinikmati pelaku,” ujar Ali pada keterangannya, Mulai Pekan (1/4/2024).

Ali melanjutkan bahwa putusan perkara dugaan gratifikasi menguatkan bahwa terobosan KPK melalui pelaporan LHKPN yang mana tidaklah sesuai dengan profilnya dapat menjadi pintu masuk di penelusuran langkah pidana korupsi yang diadakan para pengurus negara.

Dia mengumumkan Tim Jaksa KPK masih pikir-pikir serta memerlukan waktu selama 7 hari ke depan untuk menyatakan langkah hukum berikutnya.

Lebih lanjut, Ali membeberkan bahwa total aset milik Andhi Pramono yang mana telah lama diadakan penyitaan oleh KPK mencapai puluhan miliar rupiah dan juga masih terus diadakan penelusuran.

“Sejauh ini nilai total aset yang dimaksud sudah ada disita sekitar Rp76 miliar. Dan masih terus dijalankan penelusuran tambahan lanjut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Andhi Pramono dijatuhkan vonis 10 tahun bui serta denda Rp1 miliar yang digunakan dibacakan Majelis Hakim Djuyamto di tempat Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Pusat pada Mulai Pekan (1/4/2024) pagi.

“Mengadili satu, menyatakan terdakwa Andhi Pramono sudah terbukti secara sah serta meyakinkan melakukan langkah pidana korupsi sebagaimana disampaikan Penuntut Umum,” kata Djuyamto ketika membacakan vonis.


“Dua menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andhi Pramono dengan pidana penjara selama 10 tahun kemudian pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan tidak ada dibayar denda diganti pidana kurungan enam bulan,” pungkasnya.